Silahkan Gabung Ke Link Ini. GRATIS...!!!

Kamis, 30 Oktober 2008

Pandanglah Saudaramu...!!!

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Rindu Karena Allah Untuk Saudara-saudaraku Se-Iman & Se-Aqidah Yang Dirahmati ALLAH SWT.

Wahai Saudaraku...,
Perjalanan ini memang panjang dan melelahkan. Terkadang, mungkin kita terengah-engah kehabisan nafas untuk terus menapak-kan kaki hingga sampai ke tujuan. Terkadang, mungkin kita terseok-seok merasa tak kuat dan hampir tertinggal oleh derap serta gerak para kafilah da'wah itu. Terka¬dang, mungkin kita tersan-dung dan mung kin terjatuh oleh aral dan kesulitan perjalanan. Terkadang....

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Tak satupun di antara kita yang tak pernah mengalami suasana perasaan seperti itu. Hampir semua kita, sekokoh apapun kepribadiannya, pasti akan mengalami situasi lemah dan merasa kekurangan tenaga. Ya. Memang demikianlah jiwa manusia, seperti yang pernah disabdakan RasululiahSAW dalam salah satu hadits shahih, bahwa keimanan itu ada kalanya bertambah dan berkurang. la bertambah karena amal shalih dan berkurang karena kemaksiatan.

Tapi ingat saudaraku,
Selama kita berusaha berada dalam kafilah ini, insya Allah kelemahan dan kekurangan kita tidak akan mampu menjatuhkan kita. Selama kita tetap komitmen bergerak dalam orbit komunitas jama'ah da'wah, insya Allah kita menerima banyak keistimewaan dan barakah. Selama kita tetap memelihara hubungan baik dengan katifah da'wah, insya Allah semua kela¬laian dan penyimpangan kita kemungkinan besar akan dapat diluruskan dan kembali pada jalan yang benar. Kesimpulannya kita baru akan jatuh terpuruk, tenggelam dan terseret oleh arus yang lain, tatkala kita berada di luar arus atau orbit jama'ah da'wah.

Salah satu barakah hidup bersama orang-orang shalih adalah, mereka selalu mampu memberi nasihat dan pencerahan hati bagi orang yang duduk bersamanya. "Sebaik-baik sahabat adalah, orang yang bila engkau melihatnya, menjadikanmu mengingatAllah," begitulah sabda Rasulullah SAW.

Renungkanlah perkataan Rasulullah tersebut. Sekadar melihat seorang teman yang shalih akan memberi cahaya keshalihan yang berbeda dalam diri orang yang melihatnya.
Saudaraku para kafilah da'wah,

Melihat orang lain yang lebih tinggi kadar ibadah, zuhud, jihad dan ilmunya, lebih tinggi darinya dalam hal ibadah, pasti akan memberi pengaruh yang besar dalam diri kita. Memang itulah tabiat jiwa manusia.

Karenanya, tidak ada yang lebih baik dari sering-sering berziarah dan menemui orang¬orang yang berkarakter seperti itu. Merekalah yang akan mempengaruhi zuhud kita, ibadah dan jihad kita. Karenanya, para sahabat generasi pertama disebut sebagai generasa istimewa antara lain lantaran mereka senantiasa hidup bersama Rasulullah SAW. Ada seorang salaf mengatakan, "Jika aku merasakan kekerasan hati, maka aku segera pergi dan melihat wajah Muhammad bin Wasi'." (Nuzhatul Fudhola, 1/526). Ibnul Mubarak juga mengatakan, "jika melihat wajah Fudhail bin Iyadh, aku biasanya menangis."

Itulah salah satu prinsip yang dipegang oleh orang-orang shalih terdahulu. Bagi mereka, bertemu dengan saudaranya adalah bekal spirit yang dapat membekali kebangkitan ruhani mereka. Dan memang demikianlah yang terjadi.

Saudaraku,
Membaca dan menelaah peri hidup orang-¬orang shalih juga mampu membangkitkan semangat baru dalam diri kita. Bisa dikatakan, membaca dan menelaah peri hidup mereka, hampir sama dengan kita menziarahi dan berhadapan dengan mereka sehingga kita pun menerima barakah dari Allah karenanya.

Karenanya, Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan:
"Aku berlindung kepada Allah dari peri hidup orang orang yang tidak punya cita¬-cita tinggi hingga bisa diteladani orang lain, yang tidak punya sikap wara' yang bisa ditiru oleh orang yang ingin berzuhud. Demi Allah, hendaklah kalian mencermati perilaku suatu kaum, mendalami sifat dan berita tentang mereka. Karena memperbanyak meneliti kitab¬kitab mereka adalah sama dengan melihat mereka. Bila engkau mengatakan telah mendalami dua puluh ribu jilid buku, berarti engkau telah melihat mereka melalui kajian engkau terhadap tingkat semangat mereka, kepandaian mereka.

Wahai Saudaraku... Mudah-mudahan kita senantisa diberikan ke-Istiqomahan tuk menjalani hidup ini.... Keep Spirit and Istiqomah...!!!

ALLAHU AKBAR... ALLAHU AKBAR... ALLAHU AKBAR...!!!

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Warna Kasih Buat Ibuku

Ibu,
Disebalik gelaran itu,
Tersimpan suatu rahsia
Yang masih kurang dirungkai oleh anakmu


Ibu,
Izinkanlah aku bercerita tentang
Suka duka bersamamu...
Terlalu banyak kisah-kisah yang
Telah kulalui bersamamu.

Ibu,
segala-galanya tidak akan luput dari
Ingatanku sama sekali...

Ibu,
kau begitu istimewa
Segala jasa dan pengorbananmu
Akan kukenang
Sepanjang hayatku...

Ibu,
Tidak ternilai kasih sayang mu
mendidik dan menjagaku
Agar aku menjadi insan
yang bijak dan berguna...

Ibu,
Aku bersyukur ke hadrat Ilahi
kerana aku telah dipertemukan
dengan insan
sepertimu...
Kaulah insan yang bergelar ibu..
Kau juga yang ku anggap sebagai
sumber inspirasiku

Ibu,
Aku berjanji pada diriku
Untuk menunaikan tanggungjawabku
Untuk membalas budi dan jasamu
Agar kau senang dan gembira

Ibu,
Ampunkan segala dosaku
Jika ada kesalahan
Yang aku lakukan
Sehingga akhir hayatku

Ibu,
Aku berdoa pada Ilahi
Agar ibu diberkati selalu
Supaya kau ditempatkan di syurga
Kerana aku sangat-sangat menyayangimu...


Lampung - Pringsewu, 30 Oktober 2008



Bachtiar Efendi

Puisi Dakwah Untuk Saudara-saudaraku Yang Berjuang Di Jalan Dakwah Ini Karena ALLAH SWT & Saudara-saudaraku Yang Saya Cintai Karena ALLAH SWT


Katakanlah:
‘ inilah jalanku,
aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh,
aku dan pengikut-pengikutku
Mahasuci Allah!
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal,
lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia,
bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya,
Syurga dan Ridho Allah Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya.

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya,
berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya

Pergilah ke hati-hati manusia,
ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham,
Mengerti tentang Islam,
Risalah anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughiroh bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas menghiasi hati,
memotivasi jiwa untuk berkarya Seperti kata Abul Anbiya,

“Sesungguhnya shalatku,
Ibadahku,
hidupku,
dan matiku semata bagi Rabb semesta".
” Berikan hatimu untuk Dia,
katakan “Allah Ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
Membangun kejayaan ummat kapan saja di mana saja kamu berada
Yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan,
al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi,
keluarga, masyarakat hingga
Negara Bangun aktivitas secara tertib untuk mencapai kejayaan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah rendahkan dugaan syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangku tangan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah & Rasul, Al-Qur’an & Sunahnya Serta orang-orang bertaqwa
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
Karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah


Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan,
teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’I sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia,
utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya,
itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’I dalam cintaNya
Berjumpa karena taat kepadaNya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah
Saling berjanji untuk menolong syariatNya

Mari Melebur Untuk Asa...!!!

Byk kredit telefon..??
X tahu nak buat ape dgn kredit 2??

Jom melabur untuk ASA (amanah saham akhirat)...
Dengan menderma melalui sms... ;)

Cara-cara untuk menderma melalui SMS.

Pengguna hanya perlu menaip AJ diikuti jumlah wang yang mahu didermakan contoh AJ 1 dan dihantar ke 32728. Derma boleh bermula dengan RM1 shj.

Taip AJnilai derma yang anda mahukan dan hantar ke 32728

cth: AJ 2 hantar ke 32728

Anda boleh semak YAPEIM di lawan web mereka di

http://www.yapeim.net.my//

*Semoga kita sama-sama mendapat manafaat. ;)

Mengapa Terjadi Pada Diriku...???

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang kisah cintaku
Yang seperti dulu
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Didalam hatiku takkan pernah hilang
Bayangan dirimu untuk selamanya

Mengapa terjadi kepada diriku
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah kupergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa dengan mu

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang kisah cintaku
Yang seperti dulu
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Didalam hatiku takkan pernah hilangBayangan dirimu untuk selamanya hooo..

Selasa, 28 Oktober 2008

Mendamba Kesejukan Hati


“Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak, dan jangan sampai timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi).

Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.

Seperti halnya tanaman, ruhani butuh siraman...

Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air. Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.

Seperti itu pula siraman ruhani buat hati manusia. Tanpa kesegaran ruhani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.

Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.

Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.“
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)

Siapapun kita, ada masa lengahnya

Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika ruhani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.

Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.

Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.

Allah swt. berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.” (Al-Jatsiyah: 23)

Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya

Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bedanya, nafsu orang yang beriman lebih terkendali dan terawat. Namun, kelengahan bisa memberikan peluang buat nafsu untuk bisa tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.

Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan shalat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak upaya pencucian, kotoran pun bisa lenyap: warna dan baunya.

Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.“

Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah pengangkat sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.

Sekecil Apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya

Satu hal yang bisa menyegarkan kesadaran ruhani adalah pemahaman bahwa apa pun yang dilakukan manusia akan punya balasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.

Firman Allah swt., “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zilzaal: 7-8)

Pemahaman inilah yang senantiasa membimbing hamba Allah untuk senantiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191)
Template by : Bachtiar Efendi http://www.friendster.com/arrantisi