Silahkan Gabung Ke Link Ini. GRATIS...!!!

Rabu, 07 Januari 2009

130 Pejuang Hamas Tewas

Gedung kantor Hamas di Kota Gaza, Palestina hancur setelah dibom Israel, Rabu (31/12).


Rabu, 7 Januari 2009 | 07:35 WIB


JERUSALEM, SELASA — Militer Israel mengklaim telah membunuh 130 pejuang Hamas sejak melancarkan serangan darat di Gaza akhir pekan lalu.

"Dalam dua hari terakhir sedikitnya 130 gerilyawan telah tewas dalam pertempuran...

Klaim itu tidak bisa dipastikan dengan segera. Israel telah menurunkan pasukan darat ke Gaza Sabtu malam, satu pekan setelah melancarkan serangan udara besar-besaran dan serangan pengeboman angkatan laut terhadap sasaran Hamas untuk menghentikan tembakan roket gerilyawan.

engan pasukan darat IDF di Jalur Gaza," kata seorang juru bicara militer Israel kepada AFP.


Sejak itu, sedikitnya 560 warga Palestina telah tewas, hampir 100 dari mereka adalah anak-anak, dan lebih dari 2.700 orang lain terluka, menurut petugas medis Gaza.


Selasa, 06 Januari 2009

Sedikitnya Tiga Tentara Israel Tewas di Gaza

Selasa, 6 Januari 2009 | 05:39 WIB

DUBAI, SENIN — Sedikitnya tiga tentara Israel tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza, Senin (5/1), demikian dilaporkan jaringan televisi Al-Jazeera dan Al-Arabiya.

Gambar di samping adalah tindakan Angkatan Udara Israel membombardir sasaran-sasaran penting Palestina di bagian utara Jalur Gaza, Kamis (1/1). Israel terus memperkuat pasukannya di tengah-tengah kecaman internasional dan seruan kepada Israel dan Palestina untuk melakukan gencatan senjata.

Al-Jazeera yang bermarkas di Qatar dengan mengutip sumber yang tak disebutkan namanya menyatakan, tiga tentara Israel telah tewas dan 30 lainnya terluka dalam pertempuran dengan pejuang Palestina. Al-Arabiya dari Dubai mengatakan, "Empat tentara Israel tewas dalam pertempuran malam ini di Jalur Gaza."

Sementara itu, Hamas, kelompok Islam yang berkuasa di Jalur Gaza, menyebutkan dalam satu pernyataan sebelumnya bahwa pejuangnya telah menembakkan rudal pada tujuh tank di Kota Gaza dan bahwa 10 tentara Israel tewas. Militer Israel tidak mengomentari pernyataan itu, tapi mereka memastikan ada pertempuran besar.


AC
Sumber : Ant

Mesir Berupaya Fasilitasi Bantuan RI ke Gaza

Senin, 5 Januari 2009 | 22:12 WIB
-----------------------------------
KAIRO, SENIN - Pemerintah Mesir berjanji akan memfasilitasi Indonesia dalam menyampaikan bantuan obat-obatan, ambulan dan keperluan logistik lainnya langsung kepada warga Palestina di Gaza. "Pernyataan pemerintah Mesir itu tentu amat kita sambut baik dan kita berharap dalam satu atau dua hari ini, sudah ada kepastian untuk bisa membawa bantuan kemanusiaan dari Indonesia langsung ke Jalur Gaza," kata Direktur Urusan Timur Tengah Deplu, RI Aidil Chandra yang bersama Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes Rustam S Pakaya memimpin delegasi Indonesia menemui Asisten Menlu Mesir untuk Urusan Negara Arab Abderahman Salaherdin di Kairo, Mesir, Senin (5/1).

Kepada wartawan Antara, Aidil Chandra Salim mengemukakan bahwa pernyataan tersebut cukup melegakan, mengingat upaya yang sama melalui pintu masuk di perbatasan Yordania-Palestina sebelumnya tidak terwujud akibat kendala yang ada, yakni harus melalui daerah yang masuk wilayah Israel, yakni Tepi Barat.

Delegasi Indonesia yang diantar langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir AM Fachir itu adalah tim aju awal, yakni Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes Rustam S Pakaya, Direktur Urusan Timur Tengah Deplu Aidil Chandra Salim, Lucky Tjahjono (PPK Depkes), Presidium MER-C Joserizal Jurnalis, Mohammad Mursalim (MER-C), Agus Kooshartoro dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Basuki Supartono (BSMI) dan Arif Rahman (Muhammadiyah).

Selain itu, juga ikut serta sejumlah wartawan yang meliput diantaranya Hanibal Widada Yudya Wijayanta (ANTV), Firtra Ratory (TV One), Mahendro Wisnu Wardono (Metro TV), Sahlan Basir (TVRI), Ismail Fahmi (TV One) dan Nirzam Fahmi (Trans TV).

Pada pertemuan Senin pagi, sebelum bertemu Asisten Menlu Mesir tersebut, Jose Rizal Jurnalis menyampaikan kepada Dubes AM Fachir bahwa bantuan kemanusiaan dari Indonesia, baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya, hendaknya bisa langsung dipastikan dapat diterima di Jalur Gaza.

"Setelah kita gagal masuk Jalur Gaza melalui pintu masuk perbatasan Yordania, maka satu-satunya jalan adalah melalui pintu Mesir, yang aksesnya lebih dekat, dan tentu kita semua berharap bantuan dari Indonesia ini dapat dipastikan masuk ke Gaza," katanya.

Menurut Aidil Chandra Salim, setelah adanya "lampu hijau" dari pemerintah Mesir yang akan membantu fasilitas dan perizinan masuknya bantuan Indonesia ke Jalur Gaza melalui pintu Rafah, maka ini yang perlu segera disiapkan adalah daftar rinci bantuan kemanusiaan, baik obat-obatan maupun mobil ambulans, yang kemudian akan dibuatkan Nota Diplomatik oleh Kedubes RI, agar Kementerian Luar Negeri Mesir bisa segera memprosesnya.

"Kalau bantuan itu sudah siap hari ini atau besok, mereka (pemerintah Mesir) berjanji akan mengurus izinnya, dan bantuan dinyatakan bisa masuk ke Gaza melalui pintu Rafah," kata ahli bedah tulang, yang telah berkali-kali melakukan tugas misi kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia maupun berbagai negara itu.

Janji dijamin masuk

Pada bagian lain, Aidil Chandra Salim menambahkan bahwa satu sosok lain yang berperan penting untuk memutuskan bahwa bantuan Indonesia bisa "dikawal" masuk ke Gaza adalah Yasser Osman, Ketua Departemen Palestina pada Kementrian Luar Negeri Mesir. "Saya pastikan bantuan (kemanusiaan) dari Indonesia ini akan bisa sampai ke Jalur Gaza melalui pintu Rafah," kata cucu H Agus Salim itu mengutip lagi ucapan Yasser Osman.

Sedangkan Rustam S Pakaya menambahkan bahwa pihak Mesir menyatakan bahwa bila dari Indonesia punya akses langsung ke Rumah Sakit Shifa di Gaza, diharapkan bisa berkomunkasi agar pihak rumah sakit bisa mengirimkan wakil untuk bisa keluar dari Gaza, dan menuju ke perbatasan di Rafah agar bisa menerima langsung bantuan dimaksud.

"Bagaimanapun juga disampaikan oleh Asisten Menlu Mesir bahwa Jalur Gaza itu adalah wilayah pendudukan Israel, sehingga tidak mudah untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, sehingga perlu dicarikan upaya yang sama-sama bisa diterima," katanya.

Aidil Chandra Salim dan Jose Rizal Jurnalis pun menguatkan bahwa memang di perbatasan, meski ada empat pihak yang punya kewenangan untuk izin masuk keluar-masuk orang dan barang, yakni Mesir, pejabat Uni-Eropa, Israel dan Palestina, namun oleh Israel di kawasan itu dinyatakan sebagai zona "darurat militer".

Kondisi semacam itu membutuhkan upaya perundingan dengan pendekatan tertentu, agar bantuan kemanusiaan itu bisa sampai kepada yang berhak menerimanya, yakni rakyat Palestina.

Takut, Gelap, Dingin Menyelimuti Warga Gaza

Selasa, 6 Januari 2009 | 07:36 WIB
------------------------------------
Kilatan cahaya oranye dari tembakan roket, artileri, dan tank milik Israel di Jalur Gaza membuat 1,5 juta warga Palestina memilih tetap tinggal dalam ruang berdinding yang diharapkan bisa meredam daya ledak mesin-mesin pembunuh tadi. Suasana gelap akibat aliran listrik yang terputus membuat suasana kian mencekam. Embusan angin musim dingin tak terhindarkan.

”Hidup kami penuh ketakutan,” ujar Abdelrahim Malaka yang tinggal di pinggiran Gaza City. ”Kami ketakutan karena bisa mati setiap saat,” ujar Abu Abed Al-Safadi, warga lainnya. ”Kami meminta dunia membantu kami dari serangan Israel ini. Apa salahnya anak-anak sehingga rumah mereka harus dibom,” ujar Abdelrahim.

Ribuan rumah hancur atau rusak akibat gempuran pasukan Israel. Rumah-rumah ini praktis tidak bisa lagi digunakan, padahal udara dingin menyengat sangat terasa di Jalur Gaza. ”Kami melihat seorang perempuan di rumah sebelah mengibarkan bendera putih, tetapi pasukan Israel tetap menembak ke arah mereka,” ujar Yehia Anis Hussein, warga lainnya.

Mesin perang negara Yahudi sampai hari Senin (5/1) masih terus merangsek jauh ke wilayah Jalur Gaza. Banyak warga Palestina mengungsi meninggalkan Gaza City ke wilayah yang lebih aman di selatan. Mereka mengungsi menggunakan truk dan mobil kecil. Tidak sedikit yang berjalan kaki sambil menggendong anak-anak mereka.

Gerakan militer Israel disambut pejuang Hamas, membuat suasana pertempuran semakin membara. Jumlah korban yang jatuh kian tidak terhindarkan. Semakin bertambah selama aksi militer Israel belum juga mereda. Sejauh ini belum jelas sampai kapan aksi ini akan berakhir.

Sudah sekitar 512 orang tewas akibat aksi militer Israel ke Jalur Gaza. Keterangan resmi menyebutkan, operasi militer sejak 27 Desember ini sudah menewaskan 87 anak-anak.

Moawiya Hassanein, dari pusat medis darurat Gaza, menuturkan, jumlah korban di kalangan anak-anak kemungkinan terus meningkat karena sejauh ini ambulans tidak bisa dikerahkan untuk membawa para korban baik yang tewas maupun cedera ke pusat medis darurat.

Amukan militer Israel sepertinya tidak mengenal kompromi. Satu keluarga Palestina yang terdiri atas lima orang, termasuk seorang putri berusia 14 tahun, tewas hari Minggu setelah sebuah tank Israel mengarahkan larasnya menembak mobil mereka di dekat Gaza City.

Suara tembakan dari militer Israel, kegelapan akibat listrik padam, dan udara dingin semakin membuat warga sipil Palestina tidak berdaya. Pasokan bahan makan dan obat-obatan juga kian menipis. Sebuah tragedi kemanusiaan di Gaza. (PPG)

Senin, 05 Januari 2009

Tim Kemanusiaan Indonesia Coba Masuk Gaza Lewat Mesir

Minggu, 4 Januari 2009 | 22:41 WIB

PETRA, MINGGU - Tim awal misi kemanusiaan asal Indonesia mencoba memasuki Jalur Gaza Minggu (4/1) pagi waktu setempat. Sekitar pukul 09.00 atau 14.00 WIB, rombongan telah meninggalkan Amman, ibu kota Kerajaan Yordania untuk mencoba masuk ke Jalur Gaza Palestina melalui perbatasan Mesir.

Rombongan transit di Petra, 40 kilometer dari Amman yang merupakan gerbang masuknya kendaraan yang hendak menuju perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Perjalanan menuju perbatasan Mesir-Jalur Gaza diperkirakan ditempuh sekitar 12 jam.

"Dengan penambahan waktu pengecekan keimigrasian dan keamanan, perjalanan sepanjang 900 kilometeran ini diperkirakan dicapai 12 jam," kata Sekretaris Kedubes RI Amman , Bachtiar Saleh saat rehat di tempat transit itu.

Lintasi Gurun Sinai

Menurut Bachtiar Saleh, untuk mencapai perbatasan itu, perjalanan harus dilakukan dari Amman menuju Pelabuhan Aqabah yang berjarak 300 km. Setiba di Aqabah, tim akan menyeberang ke daerah Taba, yang sudah masuk wilayah Mesir dengan kapal feri selama 45 menit. Dari Taba, perjalanan berlanjut menuju ibukota Mesir, Kairo yang jaraknya 500 km.

"Nah... sepanjang perjalanan Taba-Kairo itu kita akan melintasi Gurun Sinai," katanya. Ia menambahkan jika perjalanan lancar, tim akan sampai di Kairo sekira pukul 21.00 waktu Mesir atau Senin (5/1) dinihari pukul 02.00 WIB.

Tim harus ke Kairo dulu karena Pemerintah Mesir mengharuskan semua yang hendak masuk ke Gaza harus mendapat izin langsung di Kairo. Direktur Timur Tengah Deplu Aidil Chandra Salim, berdasarkan komunikasi intensif dengan pemerintah Mesir mengatakan, tim kemanusiaan Indonesia tanpa terkecuali harus mengikuti aturan main ini.

"Karena sudah diputuskan demikian, maka tim akan ke KBRI Mesir di Kairo terlebih dahulu untuk merancang kembali bagaimana tim bisa masuk ke Gaza melalui Rafah," katanya. Rafah merupakan daerah perbatasan terdekat dari Mesir untuk ke Gaza.


************
Sebelumnya, tim kemanusiaan Indonesia selama dua hari di Amman telah menyelesaikan tugas memberikan bantuan dua ton obat-obatan serta uang tunai senilai Rp 2 miliar dari 1 juta dollar AS yang dijanjikan untuk membantu rakyat Palestina. Bantuan diberikan melalui Jordan Charity yang memiliki akses masuk ke Palestina melalui Israel.

Anggota tim kemanusiaan itu adalah Ketua Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes dr Rustam S Pakaya, MPH, Direktur Urusan Timur Tengah Deplu Aidil Chandra Salim, dr Lucky Tjahjono (PPK Depkes), Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis, SpOB, dr Mohammad Mursalim (MER-C), dr Agus Kooshartoro dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dr Basuki Supartono (BSMI), dan dr Arif Rahman (
Muhammadiyah). Sedangkan wartawan yang meliput adalah Hanibal Widada Yudya Wijayanta (ANTV), Firtra Ratory (TV One), Mahendro Wisnu Wardono (Metro TV), Sahlan Basir (TVRI), Ismail Fahmi (TV One) dan Nirzam Fahmi (Trans TV).
Template by : Bachtiar Efendi http://www.friendster.com/arrantisi